merajut.com

komunitas merajut & merenda Indonesia

Quote of the day

Properly practiced, knitting soothes the troubled spirit, and it doesn\'t hurt the untroubled spirit, either.

Elizabeth Zimmerman

Buku Tamu

Buku Tamu

Kalender Kegiatan

« < March 2010 > »
M T W T F S S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4

Sedang Online

We have 208 guests online
Custom Search

Sekilas Review

Buku Majalah Tempat Produk
Designing Knitwear (Deborah Newton) Designing Knitwear (Deborah Newton)
Saya pernah baca review buku ini somewhere, di situ penulis reviewnya mencak-mencak (errr...berlebihan, sebenernya cuma mengeluh) kalo penulisnya terk...Readmore

Newsflash!

Artikel baru & moderasi komentar

Mohon maaf pengunjung merajut.com , websitenya jarang diupdate. Admin mengusahakan ada artikel-artikel baru kalau memang ada :D. Sekarang sudah ada lebih dari selusin artikel baru, rata-rata review buku merajut dan merenda.

Oya, fyi, komentar dimoderasi oleh admin karena banyak spam. Harap dimaklumi kalau komentar tidak langsung muncul di website. Harap berkomentar dengan sopan juga ya.

Seputar Ukuran Benang PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 24 October 2009 11:01
Mungkin karena saya terlalu terbiasa dengan sistem pengelompokan benang rajut ala Amerika, saya jadi bingung kalau lihat katalog atau info benang-benang rajut di Indonesia. Rata-rata hanya menyediakan info apa bahan benangnya dan berapa gram satu gulungnya.

Ok lah, bahan tentunya penting diketahui, semua juga setuju. Tapi berapa gram per gulung akan menjadi tidak *terlalu* penting kalau ukuran diameter/ketebalan benangnya dan panjang benang per gulungnya tidak diketahui. Kenapa? Karena dengan berat yang sama (misalnya 50 gram), benang dengan bahan yang berbeda (misalnya wool vs cotton) akan berbeda panjangnya meskipun diameternya sama, atau kalau panjangnya sama pastilah berbeda ukuran ketebalannya. Wool sekian kali lebih ringan daripada katun, jadi segulung benang wool bulky 100 gram akan lebih panjang dari segulung benang katun bulky 100 gram.

Contoh di bawah ini benang Lion Brand :

1. Lion Brand Superwash Merino
3.50 oz./100 g (306 yd/280 m)
100% Superwash Merino
 



2. Lion Brand Cotton Bamboo
3.50 oz./100 g (245 yd/224 m)
52% Cotton, 48% Rayon from Bamboo



Dua-duanya sama-sama dalam kategori DK/Light Worsted yarn, sama-sama beratnya 100 gram, tapi lihat panjang per gulungnya, bedanya banyak sekali...pakai benang yang bamboo bakal lebih cepet habis :D

Itulah makanya *maaf temen2 rajuters* saya suka cerewet soal info benang. Kalau ada yang tanya "Pake berapa gulung benang bikin itu mbak", biasanya saya jawab "Pake sekian meter benang ukuran yarnweight sekian" dan bukan sekian gulung. Karena belom tentu yang nanya akan pakai benang yang persis sama dengan yang saya pakai.

Info yarnweight (+gauge juga sih) dan panjang per gulung ini penting sekali untuk bekal substitusi benang (lebih bebas memilih benang pengganti tanpa perlu sama dengan yang disebutkan di pola) dan memperkirakan berapa gulung benang pilihan kita tadi yang diperlukan untuk membuat proyek tersebut. Yang juga penting adalah info kode celupan (dye lot), karena meskipun warnanya sekilas tampak sama, beda dye lot tetaplah warnanya berbeda.

Beberapa standar pengukuran benang

Ada beberapa standar pengukuran benang di dunia rajutan. Ada yang disebut WPI (Wraps Per Inch) dan YPP (Yards Per Pound). Yang dimaksud dengan WPI adalah ukuran 'jejeran' benang dalam 1 inci, caranya dengan melingkarkan benang tersebut ke sebuah batang yang ada ukuran incinya.  Untuk mengukur WPI ini ada alat khususnya (WPI tool) atau bisa pakai alat lain, yang penting ada tanda ukuran inch-nya. Pake penggaris deh. Lebih akurat kalau di-wrap beberapa inci lalu dibagi sejumlah inci tadi (misal, coba benangnya diwrap sepanjang 3 inci, terus hasilnya dibagi 3). Temen-temen bisa pake cara ini untuk mengetahui ukuran benang-benang 'misterius' yang nggak ada informasi yarnweightnya..

Standar ukurannya :


WPI Designation
18+
Laceweight
16
Fingering
14
Sport
12
Worsted
10
Bulky
8 or fewer
Super-bulky



Kalau YPP atau Yards Per Pound, biasanya dipakai untuk gulungan benang-benang untuk mesin rajut. Mungkin berguna buat yang suka beli benang cones dari pabrik, atau dari ebay.

Standarnya :

Lace = 2600+ yards per pound

Fingering = 1900 to 2400 yards per pound

Sport = 1200 to 1800 yards per pound

Worsted = 900 to 1200 yards per pound

Bulky = 600 to 800 yards per pound

Bulky = 400 to 500 yards per pound

Ada lagi ukuran benang-benang untuk mesin rajut semacam 2/30, 3/9 dll . Angka pertama menunjukkan jumlah ply, angka kedua menunjukkan ketebalan benang. Ada rumusnya dulu untuk mengkonversi kode ukuran benang ini ke YPP.

Oiya satu lagi, di Amerika standarisasi benang tidak menggunakan ply seperti di Eropa, soalnya ya itu, jumlah ply tidak akurat menunjukkan ketebalan benang. Kan bisa aja ply-nya cuma 2 tapi yang dipintalnya serat bulky, sementara ada yang 4 ply tapi yang dipintal serat tipis, hasilnya lebih tebel si 2-ply...:D

 

Semoga nantinya benang-benang rajut Indonesia juga ada sistem standarisasinya...lebih memudahkan untuk para rajuters.

 

Last Updated on Saturday, 24 October 2009 12:09
 
Pola : Blue Tumpal Beret PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 24 October 2009 12:18

Bagi mereka yang suka merajut (breien/knitting) dan sudah bisa mengikuti pola stranded colorwork semacam Fair Isle, bisa download pola Blue Tumpal Beret rancangan saya dari seri "Indonesian Batik Inspired Knits".

Pola dalam bentuk file pdf, sementara ini masih dalam bahasa Inggris, tapi segera tersedia dalam bahasa Indonesia. Dapat didownload di blog knitting saya http://dydyknits.merajut.com/

 
Designing Knitwear (Deborah Newton) PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 24 October 2009 12:15
Saya pernah baca review buku ini somewhere, di situ penulis reviewnya mencak-mencak (errr...berlebihan, sebenernya cuma mengeluh) kalo penulisnya terkesan 'narsis' karena segala pake "kalo saya..." "cara saya merancang..." etc etc. Euh..ini penulis reviewnya pernah baca bukunya Lily Chin engga ya, yang penuh dengan foto diri dengan berbagai gaya itu...:D

Eniwei, kalo menurut saya itu wajar banget, soalnya buku Designing Knitwear ini isinya memang sharing pengalaman Deborah Newton sebagai desainer knitwear. Dia tidak mengharuskan pembaca mengikuti step by step yang dia lakukan, toh cara bekerja setiap orang berbeda. Dia berbagi apa yang dia dapat dan pelajari dari pengalamannya merancang knitwear selama bertahun-tahun, yang dalam buku ini dibagi menjadi 8(plus) bab :

1. Learning to See
Bab ini singkat saja, menceritakan suatu hal yang disadari penulisnya setelah bertahun-tahun menjalani profesi sebagai desainer, bahwa "Learning to design successfully is largely a process of learning to see. It is about getting to the very basic nature of things and learning to identify their specific qualities."
Melihat bukan sekedar melihat, tapi memperhatikan. Mencari dan menemukan ide dan inspirasi dari berbagai hal di sekitar kita yang dilihat dan dicerap oleh mata.
Dia mencontohkan, circuit board komputer pun bisa menjadi inspirasi knitwear dengan colorwork pattern menggunakan benang metalik.

2. Designing with Yarn
Bab ini membahas tentang yarn, berbagai macamnya, sifatnya, karakternya, menyesuaikan dan menerapkannya dalam desain.

3. Fit and Silhouette
Katanya "the most challenging aspect of designing knitwear is learning how to make a garment fit". Bab ini membahas segala macam tentang fitting, mulai dari mengukur badan, ease chart (ease = ukuran keleluasaan pakaian), menentukan struktur pakaian, macam-macam bentuk/siluet pakaian, berbagai macam sleeves, neckline, dan merancang untuk 'real people' alias yang ukuran badannya tidak standar.
Lengkap banget dah!

4. Designing with Knit and Purl
Bab ini membahas berbagai rancangan dengan memanfaatkan 'hanya' tusukan knit dan purl untuk menghasilkan motif, tekstur, memanfaatkannya untuk edging, trim, decorative increasing&decreasing.

5. Color and Graphics
Bab ini membahas tentang warna dan grafik.

6. The Comfortable Classics
Mungkin yang dimaksud dengan klasik di sini adalah bentuk, jenis, dan siluet pakaian yang abadi dan tidak pernah ketinggalan jaman. Bayangkan 'little black dress', 'kimono', 'blue jeans' atau 'Chanel suit'. Di dunia knitwear mungkin Aran & Fair Isle sweaters, guernsey.
Bab ini lebih membahas bagaimana Deborah Newton merancang ulang bentuk-bentuk klasik itu with her own twist. Dicontohkan sebuah purple motorcycle jacket Aran style.


7. Themes and Samplers
Membahas tema-tema rancangan dari segi jenis stitches (slip stitch, twist stitch, cables, lace), menggabungkan tema yang berbeda.

8. Dressmaker Details and Finishing Techniques
Membahas penerapan detail-detail dan finishing yang menyerupai pola-pola jahitan couture. Macam-macam siluet, shaping, darts, neckline, collars, cuffs, etc etc etc muacem macem!

Addendum : Pushing the Limits
Bab ini kira-kira mengajak pembaca 'jangan takut mencoba sesuatu yang baru'. Material, alat, teknik, motif, dan lain-lain.

Pokonya ini buku lengkap kap kap kap soal proses merancang knitwear.

Oya, buku saya ini edisi yang pertama, terbitan tahun 1992 (yang atas, cover merah). Edisi revisi/update-nya terbitan taun 1998 (yang bawah, cover sweater Aran) saya belom pernah liat, tapi kayaknya, harusnya, pola-pola dan proyek yang dicontohkannya lebih up to date, soalnya di buku saya pola-polanya model jadul yang warna-warni dan gombrang ala 80an.
 
Couture Crochet Workshop (Lily Chin) PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 24 October 2009 12:10
Lily Chin adalah salah satu crocheter yang paling terkenal di dunia rajutan. Selain karena sudah lama berkecimpung di dunia rajutan (knitting & crocheting), desain karyanya dan tulisan-tulisan padat ilmunya bertebaran di berbagai majalah rajutan, menelurkan berbagai buku, meluncurkan line benang sendiri, juga ia terkenal sebagai salah satu crocheter tercepat di dunia. Dia menyebut dirinya sendiri "crocheting machine".

Buku ini, Couture Crochet Workshop : Mastering Fit, Fashion, and Finesse adalah buku crochet yang menurut saya lain dari yang lain. Kalau rata-rata buku crochet yang pernah saya baca adalah buku pola atau buku teknik, buku ini adalah buku desain. Tidak banyak buku dengan topik utama designing crochetwear, dan datang dari salah satu crochet designer terkenal, buku ini jadi buku yang berharga.

Lahir dan hidup di New York City, sekolah desain fashion dan bekerja di dunia fashion selama puluhan tahun menjadikan Lily memiliki pengetahuan yang luas seputar dunia fashion. Dan pendekatan ini pula yang dia terapkan dalam buku ini. Bagaimana menghasilkan crochetwear yang fashionable, custom made untuk setiap klien, seperti halnya couture wear.


Di buku ini disebutkan bahwa yang dimaksud 'couture' adalah bahwa pakaian tersebut dibuat unik untuk setiap klien, bukan ready-to-wear. However, dia menjelaskan juga bahwa karena buku ini dibuat untuk banyak macam 'bentuk tubuh', maka pendekatan dalam buku ini lebih ke ready-to-wear tapi dengan 'couturelike quality'.
Bagaimana mencapai kualitas ini? Menurutnya dengan menerapkan :
- Customization --> bagaimana menjadikan crochetwear tersebut pas dengan bentuk tubuh masing-masing.
- Fine finishing ---> penyelesaian yang halus dan rapi
- Details ---> jangan mengabaikan hal-hal terkecil sekalipun
- Fabrication ---> pemilihan bahan (semakin tinggi kualitas bahan, semakin mendekati kualitas couture)
- Fashion ---> menentukan model, jangan ketinggalan jaman. Carilah inspirasi dari majalah-majalah fashion terkini.


Buku ini terbagi menjadi 10 bagian :
1. Laying the foundation
Karena buku ini bukan buku merenda dasar, dalam buku ini tidak dibahas tentang teknik-teknik dasar. Dalam bab ini dibahas beberapa detail couture crocheting seperti bagaimana memanipulasi 'turning chain' supaya tidak menghasilkan lubang pada baris, foundation chain,cara binding off, dan seaming yang lebih rapi, juga penekanan membuat swatch dan menentukan gauge untuk hasil yang terbaik.
2. Reading Charts
Di sini dibahas sedikit tentang membaca pola gambar. *Tapi pembahasan soal ini lebih lengkap di buku Blueprint Crochet-nya Robyn Chachula kemaren.*
3. Planning your own pattern
Di sini Lily membahas berbagai cara membuat pola pakaian, di antaranya adalah mengambil dari pola komersial yang sudah ada, membuat pola dari pakaian yang kita punya, atau membuat pola dengan menggunakan computer software.
4. Refinements in fitting
Bab ini membahas tentang 'ease' (ukuran keleluasaan pakaian? heh..saya bingung ngejelasinnya, nggak tau istilah bahasa Indonesianya), mengepas panjang lengan dan lubang leher, shoulder shaping, dan kupnat.
5. Crochet specific stitching
Bagian ini membahas bagaimana menerapkan pola yang sudah dibuat tadi ke dalam crochet. Bagaimana menyesuaikannya dengan tusukan-tusukan crochet, apalagi yang berupa lace stitches (bukan solid). Bagaimana shaping dalam pola crochet? Untuk ini dia memberikan 5 cara shaping (mulai dari cara yang termudah hingga tersulit) :
- mengganti ukuran hook
- mengubah ketinggian tusukan
- menggunakan tusukan solid di pinggiran shaping
- menyesuaikan penempatan pola sehingga pas dengan bentuk tusukan (untuk ini harus baca bukunya, susah dijelasin)
- mengubah bentuk tusukan

(di bab setelah ini mulai dengan penerapan pada pola)
6. Simpler Stitches --> pola-pola dengan tusukan dasar (sc, dc, dst..)
7. Circular construction --> pola-pola lingkaran dan tubular. Dibahas pula teknik menghitung jumlah tusukan dalam lingkaran agar rapi dan datar (flat).
8. Manipulating lace
9. Shell Stitch construction and variation --> memahami struktur shell stitch dan variasinya
10. Chevron stitch construction --> memahami struktur chevron stitch dan variasinya

FYI, seperti biasanya buku crochet ala Amerika, dalam buku ini lebih banyak pola tulisannya, tapi disertakan diagram ukuran dan pola gambar untuk stitch pattern.
Buku ini buku bagus untuk mereka yang tertarik merancang crochetwear.
Last Updated on Saturday, 24 October 2009 12:13
 
Blueprint Crochet (Robyn Chachula) PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 24 October 2009 12:04
Meskipun saya nggak mendalami crochet, nama Robyn Chachula sudah saya kenal sejak beberapa tahun yang lalu gara-gara milis Mari Merajut pernah mengadakan 'merenda bersama' (CAL : Crochet Along) salah satu desainnya yaitu Crystal Lace Bolero *Yenny, Mamacat, Indri pasti inget deh*.
Saya juga pernah nonton acara Knit and Crochet Today pas waktu Robyn jadi bintang tamu, mengajarkan cara merenda bolero yang sama.

Waktu melihat pola bolero itu, saya pikir "Wah tumben ada crochet designer Amerika yang pake banyak diagram kayak pola-pola Jepang". Selama ini rata-rata pola crochet di sini berupa full tulisan, kecuali mungkin pola-pola doily di majalah semacam Decorative Crochet atau Magic Crochet.

Karenanya ketika Robyn mengeluarkan buku "Blueprint Crochet: Modern Designs for the Visual Crocheters" (terbitan Interweave Press, jaminan mutu), saya pikir ini buku crochet Amerika yang bakal cocok sama perenda-perenda Indonesia yang jauh lebih suka pola gambar. Di buku ini Robyn mengajak para crocheters Amerika mengenal dan mendalami pola gambar. Meskipun di buku ini disediakan juga pola tulisannya, tapi katanya "Cobalah lebih banyak melihat pola gambarnya dibanding tulisannya, nanti akan terbiasa".

Tidak heran kalau Robyn lebih suka pola gambar dibanding tulisan. Profesinya sebagai arsitek dan structural engineer menjadikannya lebih terbiasa dan lebih mengerti bahasa gambar yang universal. Hal ini pula yang mendorongnya membuat buku ini, karena bahasa gambar/simbol mudah dimengerti siapapun, menerobos perbedaan bahasa. Dalam bukunya diceritakan "Sekarang saya bisa mengerjakan pola-pola desain dari Jepang, Cina, Rusia, tanpa harus belajar bahasanya...cukup lihat pola gambarnya saja."

Nilai lebih lainnya dari buku ini adalah...jelas karena desain-desain Robyn Chachula memang bagus-bagus. Salah satu frontrunner jajaran desainer-desainer crochet muda Amerika yang desainnya cocok dengan selera crocheters generasi muda.
Jadi fellow crocheters....ini satu lagi buku (pola) yang layak dikoleksi.
 
Donna Kooler's Encyclopedia of Crochet PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 24 October 2009 11:49
Donna Kooler adalah pendiri Kooler Design Studio, yang berkecimpung di dunia kerajinan tangan, menyediakan berbagai produk dan desain untuk para penggemar needlework dan decorative painting. Buku Encyclopedia of Crochet ini adalah salah satu dari seri Encyclopedia-nya (yang lainnya adalah En.of. Knitting, Needlework, dan Quilting).

Buku ini terbagi menjadi 4 bagian : Beginning, Crochet Basics, Beyond the Basics, dan Pattern Gallery.

"Beginning" berisi tentang pengenalan apa itu crochet dan bagaimana sejarahnya. Bagian yang membahas sejarah ini saya bilang bagus, cukup lengkap karena diambil dari banyak sumber sejarah, dan juga analitis karena memasukkan tanggapan dan pemikiran penyusun atas sumber-sumber sejarah yang diambil tadi.

"Crochet Basics" berisikan informasi singkatan dan simbol-simbol crochet, perbedaan istilah crochet American vs British (yang suka bikin salah kaprah), cara baca pola, pembahasan gauge/tensi, pengenalan alat dan bahan, lalu masuk ke teknik-teknik dan tusukan dasar. Yang unik (dan sangat berharga) dari buku ini adalah ketersediaan instruksi (berupa ilustrasi gambar) untuk mereka yang kidal. Sangat sedikit buku yang mengakomodasi perajut/perenda kidal, terkadang mereka 'dipaksa' untuk mengerti sendiri (dengan cara membaca instruksi lewat cermin), atau harus mencari buku khusus untuk left-handed crocheting. Buku ini sebetulnya juga 'cuma' membalikkan ilustrasi instruksi untuk right-handed people (fasilitas 'mirror' kan standar banget di berbagai graphic software). This extra work really pays off, bukunya jadi punya nilai lebih.

Bab ini ditutup dengan pembahasan tentang finishing dan proyek-proyek crochet tingkat dasar. Seperti rata-rata pola crochet non-Jepang/Cina, polanya berupa pola tulisan. Tapi ada pola gambar untuk stitch pattern yang digunakan.

"Beyond the Basics" membahas tentang pengenalan teori warna (jarang banget ada buku crochet instruction yang begini. Ini keuntungan dari latar belakang pendidikan Seni Rupa-nya Donna Kooler), color crochet, thread crochet (merenda dengan benang-benang tipis, untuk lace crochet), specialty crochet (membahas bead crochet dan wire crochet), Tunisian crochet, ditutup dengan pembahasan tentang detail dan proyek-proyek crochet tingkat lanjut. Termasuk di dalamnya "Philosopher's Coat" yang bisa diliat di samping ini.

Bab terakhir adalah Pattern Gallery berisikan 164 pola crochet stitches ditampilkan dalam bentuk foto, pola gambar dan pola tulisan.

All in all, ini buku layak dikoleksi. Kalo kata almarhum pak Tino Sidin : "Dari Donna Kooler, bagus!"
 
Let's knit series: Sock (2b) Top-down PDF Print E-mail
Written by Tya   
Monday, 16 March 2009 10:50
Mari kita melanjutkan merajut kaus kakinya... :D

Ok, kemaren itu sudah selesai bagian Heel. nah, mari kita masuk ke bagian gusset.

----------------------------------- Gusset (11 sts x 2)

dari gambar terakhir, kita siap mengambil sts untuk gusset (dilihat dari belakang/heel)


Ngambil sts?

Iya, jadi kita akan mengambil sts, sejumlah seperempat dari CO di sisi kiri dan kanan dari heel yang sudah dibentuk. Ambil sts baru, dengan menggunakan pinggiran heel sebagai base/dasar.

Kalau sudah diambil akan terlihat seperti ini (dilihat dari depan/foot):


Jadi urutannya adalah begini:
  • selesai heel turn
  • ambil 11 sts (sisi kanan gambar di atas)
  • knit seperti biasa di jarum A (sesuai pola)
  • ambil 11 sts (sisi kiri gambar di atas)
  • kerjakan heel turn seperti biasa (kalau di sini sih knit across)
  • stop knitting dulu... kita redistribusi dulu.
zoom di sisi kiri di lihat dari heel side: (perhatikan basenya)


Nah, supaya gampang, kita redistribusi lagi jadi 3 jarum. Jumlah sts di jarum A tidak berubah, tetap 22 sts. Jarum B = 11 sts baru + setengah sisa Heel turn = 18 sts. Jarum C juga 18 sts. Jadi seperti ini:



-------------------------------------- Gusset decrease (58 sts)

Nah... udah saya tandain lagi tuh di gambar di atas, ada area decrease.

Inget kan, kalau foot/instep itu jumlah stsnya = jumlah sts CO? Nah, setelah ambil gusset, jumlah sts-nya jadi berlebih. Oleh karena itu kita akan menguranginya dengan decrease.

Terakhir kita habis redistribusi, kan?
  • Jarum C: knit sts yang tersisa di jarum C, sampai tinggal 3 sts. K2tog, K.
  • Jarum A: knit sesuai pola
  • Jarum B: K, SSK, K across
  • Jarum C: K sampai tinggal 3 sts, K2tog, K.
  • Jarum A: knit sesuai pola
  • Jarum B: K, SSK, K across
dan terus sampai total jumlah sts = jumlah sts CO (kalau dalam kasus saya, berarti kembali 44 sts)

Gusset selesai deh!


Garis kuning menunjukkan adanya pola miring dari K2tog/SSK.

------------------------------------------ foot/instep

Ini adalah bagian yang tergampang, sama seperti leg. Kerjakan sesuai pola, terus sampai memenuhi panjang yang dibutuhkan.



Biasanya foot/instep berhenti 1.5 - 2 inchi (3-5 cm) dari total panjang yang dibutuhkan (atau dari ujung terjauh jari kaki).

--------------------------------------------------------------------------Toe decrease (44 sts)

Mari kita mengerjakan Toe.

Formula Toe Decrease:
row 1/jarum A: k, ssk, k sampai 3 sts tersisa, k2tog, k
row 1/jarum B: k, ssk, k across
row 1/jarum C: k sampai 3 sts tersisa, k2tog, k.
row 2/jarum A, B, C: K across/ikuti pola

Kedua row terus diulang sampai jumlah total sts = setengah jumlah sts CO.

Nah, sebelum mengerjakan bagian tersebut, jangan lupa hitung, berapa baris yang dibutuhkan dari jumlah sts yang ada sekarang (CO) ke setengahnya.
Rumusnya kan=  CO - (4*x) = 0.5 CO
2x = jumlah barisan.
Kalau ternyata 2x itu lebih pendek dari 2 inci (cari tahu lewat gauge pas swatching), tambahkan row 3, 4, 5 (K across) seperlunya, ke dalam pengulangan formula Toe Decrease.
Biasanya yarn yang lebih kecil, macam sportweight ke bawah bakal butuh pengulangan yang lebih banyak. Kalau benangnya besar (bulky/worsted), malah ngga butuh pengulangan sama sekali.

Setelah decrease, akan terlihat seperti ini:


Garis kuning menunjukkan adanya pola miring dari ssk/k2tog.

Mari masuk ke bind off :)
-gilaaa udah mau beres lagi! Jagoan banget sih kalian????-


----------------------------------------------------------------------- Bind-off (20 sts)

Ingat, pas mau bind-off, jumlah sts = 0.5 CO.

Terus kenapa yang saya 20? Oh... itu sih suka-suka aja... :p Jadi formula 4:2 nya itu ngga mengikat. Kadang ada yang suka kaus kaki berujung pointy, jadi decrease sampai seperempat CO. Ada yang cuma sampai 3/4 CO... terserah, gimana aja boleh kok :D

Nah... kembali ke setelah Toe Decrease:


Siap untuk melakukan kitchener stitch! atau metode Bind-off apapun yang disuka :D Kitchener stitch ini banyak dipilih karena hasil sambungannya ngga keliatan.

Pada intinya, kitchener stitch itu adalah menyambungkan dua sisi rajutan dengan sambungan yang tidak terlihat. Nah, di gambar berikut, ilustrasi kitchener stitch ditunjukkan oleh benang hijau:



Nah... berhubung ada keterbatasan alat untuk mengajarkan kitchener stitch secara baik dan benar, silakan refer ke page ini, atau ini untuk melihat dengan jelas bagaimana kitchener stitch sebaiknya dilakukan. Ok? :D Maklum, lagi tinggal di dusun. Peralatan merajut cuma bawa 1 set dpns 2 mm, sama 1 set dpns 3 mm.

Lalu... selesai deh!


Sembunyikan benang sisa (biasanya disebut sewn) di tengah rajutan, beres deh.

SEGERA mulai lagi untuk kaus kaki yang sebelahnya. Kalau ngga, bisa kena 2nd sock syndrome. :p

Jangan biarkan kaus kaki yang sudah kau buat menjadi yatim piatu :D hihihihihi... Block jika perlu. Biasanya sih perlu... :p

Nah, Top-down sudah selesai! Episode berikut, kita nyemplung ke metode toe-up. OK?


Good luck and see you next time!
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5

Opini

Seandainya Ada Kafe Merajut....
Written by dydy   

Sewaktu ada teman yang menawarkan ide 'bikin kafe merajut' akhir tahun lalu, saya lempar idenya ke milis mari merajut. Langsung deh temen-temen milis rame ngasih tanggapan tentang idealnya sebuah kafe merajut.

selanjutnya..
 

Berita Dunia Merajut

Knitting Daily TV
Written by dydy   

Bagi yang berdomisili di USA (seperti saya...yay!), bulan Juli 2008 ini akan lauching knitting show "Knitting Daily TV" yang akan diputar di chanel-chanel public television (PBS). Mungkin teman-teman ada yang berlangganan newsletter Knitting Daily dari majalah Interweave? Nah, acara ini merupakan perpanjangan dari itu. Sebetulnya acara ini merupakan 'makeover' dari acara NeedleArts Studio with Shay Pendray, program televisi pertama yang memfokuskan diri membahas berbagai kriya benang.

selanjutnya..
 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack