merajut.com

komunitas merajut dan merenda Indonesia

Website merajut.com kembali hadir setelah mengalami kerusakan. Harap dimaklum jika isinya belum lengkap.

Merajut/Knitting/Breien

Tutorial
Pola
Link

Merenda/Crocheting/Haken

Tutorial
Pola
Link

Pengunjung Online

We have 90 guests online

Karya Bulan Ini

Loading...

Created by SopanTech Solutions

Komentar Terbaru

Konversi Pola Merajut dan Merenda PDF Print E-mail
Written by Citra Parameswari   
Thursday, 26 August 2010 03:56

 

Tidak semua dari kita menguasai teknik merajut dan merenda sekaligus, dan tidak semua pola ditulis dalam dua versi (merajut dan merenda). Bagaimana jika ternyata ketika kita menemukan bahwa pola yang kita inginkan itu menggunakan teknik merenda, sementara kita hanya bisa merajut? Tidak mudah untuk perajut jika harus belajar merenda dari awal. Begitu pula sebaliknya.

Merajut dan merenda menggunakan tusukan dan bentuk yang berbeda. Kita tidak dapat mengubah sebuah pola begitu saja. Masing-masing harus dirancang ulang secara total. Bagaimana caranya?

Dalam hal ini kuncinya adalah tensi (gauge). Apakah itu?

Tensi (tension/gauge), adalah istilah untuk menyatakan kerapatan benang (dalam rajutan -red). Yang diukur adalah jumlah tusukan (horizontal) dan baris (vertikal) per inci atau cm persegi. Biasanya area standar untuk menentukan tensi yang akurat adalah 4 x 4 inci atau 10 x 10 cm. Ukuran tensi tergantung benang yang digunakan, ukuran jarum, dan cara merajut masing-masing.

Last Updated on Thursday, 26 August 2010 11:06
 
Pengalaman : Percobaan konversi pola merajut ke merenda PDF Print E-mail
Written by dydy   
Thursday, 26 August 2010 05:37

 

Bulan November tahun lalu saya mengerjakan proyek rajutan topi dan kaos kaki dengan motif batik Megamendung. Setelah jadi, ternyata benangnya bersisa lumayan banyak. Akhirnya saya mencoba membuat topi yang sama, tapi dengan teknik merenda dan ditukar warna latar serta motifnya.

Karena memakai benang yang sama (jenis DK weight), untuk menghasilkan ukuran yang sama dipakai single crochet, dengan hakpen ukuran yang sama untuk rib dan satu ukuran lebih kecil untuk motif. Hasilnya ukurannya sama dengan topi Megamendung versi rajut.
Agak kaku memang, dan nggak selentur hasil merajut, tapi karena benangnya empuk (acrylic/wool/nylon blend) jadi cukup empuk juga hasilnya.

Memang katanya merenda itu menghabiskan 33% lebih banyak benang dibanding merajut untuk menghasilkan yang sama (menurut buku Crocheting In Plain English, Maggie Righetti), tapi dari percobaan ini saya menemukan bahwa untuk menghasilkan efek rajutan yang sama, merenda membutuhkan 3 kali lebih banyak benang.
Last Updated on Thursday, 26 August 2010 10:41
 
Mengenal Desainer : Kim Werker PDF Print E-mail
Written by Desy Wulandari   
Thursday, 26 August 2010 10:50

 

Kim Werker adalah seorang penulis, editor, blogger, perajin, pembicara  dan pencandu media online. Kim memperoleh gelar B.A dalam  jurusan Linguistic dari Binghamton University (SUNY), juga memperoleh gelar M.A. dalam bidang pendidikan dari University of Delaware.

Pada tahun 2004 Kim meluncurkan CrochetMe.com, yang nanti pada akhirnya tumbuh sebagai majalah online pertama dan kemudian menjadi komunitas yang luar biasa besar dari para perenda (crocheter) dari seluruh dunia.

 

Di samping bekerja di majalah dan co-hosting selama tiga musim di Knitting Daily TV, Kim cukup produktif menulis buku-buku tentang kerajinan. Setidaknya sudah ada enam buku tentang kerajinan yang ditulisnya. Buku pertama adalah Teach Yourself Visually Crocheting (Wiley, 2006) yang ditulisnya dengan Cecily Keim. Menurutnya buku ini cukup komprehensif, penuh foto ilustrasi berwarna dan dilengkapi dengan step-by step crochet secara manual.

 

Di tahun yang sama dia juga menulis buku kedua Get Hooked: Simple Steps To Crochet Cool Stuff (Watson-Guptill, 2006) yang dinilainya sebagai buku yang menyenangkan, buku multi-kontributor yang ditujukan untuk remaja. Sekuel buku ini dirilis pada musim gugur tahun 2007 dengan judul Get Hooked Again: Simple Steps To Crochet More Cool Stuff (Watson-Guptill, 2007). Pada tahun 2007 ini dia juga meluncurkan sebuah buku dengan format yang lebih kecil untuk TYV, berjudul Crochet Visual Quick Tips (Wiley, 2007). Sebuah bukunya yang lain terinspirasi oleh CrochetMe.com Crochet Me: Designs to Fuel the Crochet Revolution (Interweave, 2007) diluncurkan pada bulan Oktober 2007.

 

Pada akhir 2008, dia meninggalkan pekerjaannya sebagai editor majalah Interweave Crochet dan dia menjual CrochetMe.com. Dari penjualan situs ini dia menutuskan untuk cuti selama satu tahun dan menulis apapun yang ingin ditulis, menghabiskan banyak waktu dengan teman dan keluarga, dan merenungkan kegiatan apa lagi yang ingin dia kerjakan untuk waktu berikutnya.

 
Christine "Chrissy" Djafar, Miss Knitting PDF Print E-mail
Written by Linda Nicegreen   
Thursday, 26 August 2010 03:21

 

Ada banyak nama Christine yang kita tau, tapi teman-teman rajuters pasti tidak asing dengan Christine Djafar alias Chrissy. Sharing hasil karyanya selalu membuat orang lain berdecak kagum ketika melihatnya.

Karyawan di pabrik garment yang bertempat tinggal di daerah Kalideres-Jakarta Barat ini bernama asli Christine Djafar, tetapi ia lebih suka di panggil Chrissy, "Biar lebih familiar dan bisa membedakan dari Christine-Christine lainnya," ujarnya.

Ia mengaku, saat ini sedang sibuk dengan hobinya merajut. Pernah bisa merenda tapi dari awal lebih tertarik dengan merajut, karena menurutnya masih jarang orang yang bisa merajut di Indonesia. Ia mulai menyukai merajut sejak pertama kali ada kursusnya di Hobby Craft, yaitu tahun 2005. Sebenarnya ia berkeinginan untuk ikut kursus tersebut tapi harganya tidak terjangkau olehnya saat itu.

Sekitar tahun 2007, ia sempat menganggur dan banyak waktu luang di rumah. Waktu luangnya ia manfaatkan untuk berselancar di dunia maya. Dari seorang teman, ia mendapat informasi mengenai Multiply. Awalnya ia memanfaatkan Multiply hanya untuk download lagu. Lalu ia mencoba mencari hal-hal yang berhubungan dengan merajut, dan ia terdampar di website Lenny Adziman (amimono.multipy.com). Dari situlah awalnya ia mulai belajar dasar merajut secara online dengan Lenny.

 
Knitting Mochi Mochi PDF Print E-mail
Written by Dessy TAB   
Thursday, 26 August 2010 03:40

 

Ada banyak sekali buku pola amigurumi yang beredar di pasaran.  Dari buku amigurumi berbahasa Jepang yang menggunakan pola gambar, hingga buku berbahasa Inggris bahkan Indonesia yang menggunakan pola tulisan.  Tapi hingga saat ini 90% buku amigurumi yang beredar, membahas pembuatan amigurumi dengan teknik merenda/crochet.

Buku karangan Anna Hrachovec ini merupakan buku panduan membuat amigurumi yang secara khusus menggunakan teknik merajut/knitting.
Di dalam buku ini terdapat penjelasan langkah-langkah awal pembuatan amigurumi rajutan yang disertai dengan gambar.  Perajut pemula yang sama sekali belum mengerti teknik breien pun bisa membuat amigurumi dengan buku ini karena ada satu bab berisi panduan dasar merajut dengan teknik breien.  Meskipun perlu diakui, panduan dasar ini sulit dipahami jika kemampuan bahasa Inggrisnya terbatas, namun jika dibaca berulang-ulang sambil dipraktikkan pasti akan bisa dipahami.  
Yang membuat buku ini istimewa, selain dari teknik pembuatannya adalah desain amiguruminya.  

 
Dinamika Thata Pang, Sedinamis Karya-karyanya PDF Print E-mail
Written by Linda Nicegreen   
Tuesday, 17 August 2010 22:16

 

Sepertinya tidak ada teman-teman rajuters Indonesia yang tidak kenal nama "Thata Pang". Wanita dengan panggilan akrab 'Thata' ini adalah seorang desainer, penulis, konsultan, craft supplier, yang berlokasi di Surabaya. Bagaimana ceritanya sampai ia menjadi crafter yang sukses seperti sekarang? Mari ikuti kisahnya.

Thata mulai berkenalan dengan kegiatan kerajinan sejak SD kelas 2 walaupun tidak konsisten. Dimulai dengan menyulam, belajar dari mama angkatnya seorang penyulam yang cukup mahir dibidangnya saat itu. Ia juga menggeluti kristik, "ketagihan" yang diawali tugas prakarya disekolah, dan tidak ketinggalan belajar merajut dari oma belanda, tetangga sebelah rumahnya yang memang pekerjaannya merajut. Dari kesemuanya, kesan pelajaran merajut ini membekas karena sang oma sangat disiplin. Jika hasilnya tidak rapi, ia meminta untuk mengulang lagi dari awal. Tetapi karena waktu itu masih kecil jadi tidak bisa protes. Satu lagi yang tak terlupakan adalah hadiah ulang tahun dari mamanya, buku rajutan pertama dari ondori yang waktu itu harganya Rp. 8.700.

Last Updated on Monday, 23 August 2010 03:56
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>

Page 1 of 6
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack