MARCH : MARi kita croCHet!

gran1

Teman-teman, bulan Maret ini di tempat saya (Amerika) adalah National Crochet Month. Yuk di Indonesia kita ramaikan juga dengan kegiatan yang sama, supaya sekalian jadi Global Crochet Month . Apa yang dikerjakan dalam rangka Crochet Month ini? Di bawah ini guidance yang inspiratif dari Crochet Guild Of America (CGOA) C rochet something for charity, e.g., afghan squares for Warm Up America!, afghans for Project Linus, caps for Caps for Kids, etc. There are many more charities that appreciate donations of crocheted items. R esearch the crochet books and videos available at your local library. Make some recommendations to the librarian Baca selanjutnya

Leave a comment

Membuat “Titik Aman” Pada Rajutan

checkpoint1

Kendala yang paling sering dialami perajut (knitter, bukan crocheter) adalah adanya kesalahan ditengah jalan saat merajut. Resiko paling parahnya, terpaksa harus bongkar ulang semuanya. Saya pernah mengalaminya. Oleh karena itu saat saya mengikuti KAL (Knitting ALong) yang diadakan Thalenta di bulan Februari 2011 ini, walaupun dibilang pola lace nya sederhana, saya tetap was-was. Karena kalau ada salah, bisa-bisa bredel semua nih. Pola lace nya adalah Chevron Lace, yang ternyata setelah terbiasa memang cukup mudah pengerjaannya. Saat rajutan sudah setengah jalan, saya terpikir untuk membuat “titik aman” di bolero saya yang setengah jadi. Caranya cukup mudah. Selipkan saja benang dengan warna Baca selanjutnya

Leave a comment

Crocheted hat for boy

topi hijau dan biru

Topi ini dibuat dengan cara bottom-up, bukan top down. Instruksi pembuatan: 1. Mohon sesuaikan gauge dan tensionnya ya…. 2. Buat chain 12×10. make round, knp 10? 10 adalah jumlah bagian topi, 12 adalah jumlah stitch setiap bagiannya. 3. Round 1. setiap 12 rantai buat 10 dc dan 2 fpdc, ulangi sampai dengan 10x 4. Round 2 s/d 10 —> kurleb 10cm = baris 1 5. Mulai pengurangan, setiap bagian kurangi dengan 1 dc, dalam 1 round akan ada 10 pengurangan. 2 fpdc tetap dibuat ya. buat pengurangan sampai tersisa 2 fpdc. 6. Pengurangan fpdc, setiap round cukup kurangi 1 sampai Baca selanjutnya

Leave a comment

Wisata Benang ke Surabaya-Malang, 8-10 April 2011

Teman2, haiii…..   setelah tahun kemarin berwisata benang ke Bandung, kali ini kita akan Wisata Benang ke Surabaya-Malang.  jumat-minggu, 8-10 april’11.   Rencana perjalanan : Berangkat hari jumat malam, 8 april jam 19.30 naik kereta eksekutif sembrani, sampai di Surabaya sekitar jam 5 atau 6 pagi, istirahat dan mandi sebentar setelah itu kita akan berjalan2 ke Saung Thalenta, Toko benang Kurnia dan ke Benang Rajut, setelah itu langsung berangkat ke Malang serta menginap disana (info penginapan menyusul) pagi2 kita akan berangkat wisata alam dan kuliner di Malang. Pulang naik kereta Gajayana dari Malang.     Biaya Perjalanan :   Biayanya Baca selanjutnya

1 Comment

Knit…purl…lalu? (bag 2)

seed

Setelah mengetahui tusukan-tusukan dasar, sekarang kita belajar mengombinasikannya dan melihat tampilan rajutan seperti apa yang dihasilkan olehnya.   Knit / tusuk bawah, menghasilkan simpul benang yang sekilas mirip dengan huruf ‘v’, sementara purl / tusuk atas menghasilkan simpul benang seperti tanda ‘-’ yang menonjol. Ilustrasinya dapat dilihat di foto samping ini. Sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa pada hakikatnya, knit adalah purl yang terbalik. Jadi bagian belakang tusukan knit itu berupa tonjolan ‘-’ (= purl), dan bagian belakang tusukan purl itu berupa ‘v’ (= knit).   Lalu bagaimana jika kita mengerjakan tusukan ini saja di setiap baris? Mau knit terus Baca selanjutnya

Leave a comment