Tag Archives: pengalaman

Membuat “Titik Aman” Pada Rajutan

checkpoint1

Kendala yang paling sering dialami perajut (knitter, bukan crocheter) adalah adanya kesalahan ditengah jalan saat merajut. Resiko paling parahnya, terpaksa harus bongkar ulang semuanya. Saya pernah mengalaminya. Oleh karena itu saat saya mengikuti KAL (Knitting ALong) yang diadakan Thalenta di bulan Februari 2011 ini, walaupun dibilang pola lace nya sederhana, saya tetap was-was. Karena kalau ada salah, bisa-bisa bredel semua nih. Pola lace nya adalah Chevron Lace, yang ternyata setelah terbiasa memang cukup mudah pengerjaannya. Saat rajutan sudah setengah jalan, saya terpikir untuk membuat “titik aman” di bolero saya yang setengah jadi. Caranya cukup mudah. Selipkan saja benang dengan warna Baca selanjutnya

1 Comment

(Percobaan) Fully knitted kerudung instan

krud1

Salah satu obsesi saya selain merajut kebaya adalah merajut kerudung (fully knitted). Akhirnya obsesi kedua (yang levelnya dibawah obsesi pertama) dikerjain juga setelah tertunda bertaun-taun.  (<— kalo dipake, kependekan) Saya pikir syarat sebuah kerudung instan adalah fit dan drape. Syarat kedua ini yang sulit dicapai crochet karena untuk membuat solid fabric, crocheted item cenderung kaku. Pernah saya coba pake crochet tapi ya itu…kaku banget apalagi kalo benang katun. Jadi pilihan jatuh ke knitting, dengan benang yang bersifat elastis. Oya, sebelumnya perlu diingat bahwa ini : 1. Percobaan 2. Lagi ga punya benang khusus buat proyek ini. Biasa…saya tea impulsif, lagi Baca selanjutnya

4 Comments

Para snob dunia rajutan

yarnsnob

(Snob : One who despises people or things regarded as inferior, especially because of social or intellectual pretension: elitist.) For some strange reasons, there are snobberies in the needlework world…:D Mungkin temen-temen rajuters Indonesia ada yang terheran-heran kalau saya cerita di dunia rajutan ada yang namanya knitting snob, yarn snob dan needle snob. Apaan tuh? Di Amerika (dan tampaknya di beberapa negara Eropa juga), ada kesan kuat yang tertangkap bahwa crochet/merenda dianggap kelasnya lebih rendah daripada knitting/merajut. Alasannya apa? Saya juga bingung sebetulnya. There should be no reason. Di buku Crocheting in Plain English, Maggie Righetti menceritakan pengalamannya sendiri, ketika Baca selanjutnya

3 Comments