Tag Archives: pola tulisan

Membandingkan penulisan pola di majalah-majalah knitting

vksummer2008

This has been my quest since I read Verena knitting magazine, tapi baru dikerjain sekarang . Waktu itu saya tulis “Tapi penulisan polanya menurut saya lebih efektif dibandingkan Vogue Knitting apalagi Interweave Knits. Interweave Knits satu pola bisa berhalaman-halaman. Vogue Knitting lebih pendek. Nah yang ini lebih pendek lagi. Harus dipelajari.” Jadi kemaren saya ngebandingin pola-pola majalah Interweave Knits, Vogue Knitting, sama Verena. Interweave dan Vogue mewakili Amerika, Verena mewakili Eropa. Saya ngebandingin pola baju yang mirip : cardigan. Sekuens penulisan polanya : 1. Keterangan finished size, alat dan bahan, notes, gauge. 2. Stitch guide (tusukan yang dipakai). 3. Pola Baca selanjutnya

Leave a comment

Memahami Pola Tulisan (Merajut/Knitting/Breien)

Setelah sebelumnya membahas tentang pola tulisan dalam merenda, kali ini kita bahas pola tulisan dalam merajut. Perbedaannya dengan pola merenda hanya pada singkatan dan istilah yang digunakan. Sementara penggunaan tanda kurung atau bintang untuk pengulangan serangkaian instruksi pengerjaan keduanya sama saja. Jadi sekarang kita langsung saja membahas singkatan dan istilah dalam merajut yang digunakan dalam pola-pola dari Amerika/Eropa. Istilah-istilah yang paling dasar dan harus diketahui adalah : k = knit Knit adalah mengait benang dari arah depan/atas (arah yang lebih dekat ke badan kita), menghasilkan tampilan seperti rantai vertikal Dalam bahasa Indonesia ada yang menyebutnya tusuk lurus, ada juga yang Baca selanjutnya

2 Comments

Memahami Pola Tulisan (Merenda/Crochet/Hakken)

Di Indonesia rata-rata orang belajar merajut (dalam hal ini lebih sering diartikan merenda/hakken) dengan menggunakan pola gambar ala Jepang. Hal ini dikarenakan buku pola dari Jepang lebih banyak beredar di Indonesia dibandingkan buku-buku pola dari Amerika atau Eropa yang biasanya menggunakan pola tulisan. Karenanya begitu bertemu dengan pola-pola tulisan, biasanya mereka tidak mengerti karena sudah terlalu terbiasa dengan pola gambar yang mudah dibayangkan. “Lebih gampang diikuti”, katanya. Benarkah? Kalau soal lebih gampang diikuti, sepertinya sama saja karena pola tulisan memaparkan langkah merajut satu persatu, jadi mudah juga untuk diikuti. Masalahnya adalah pola tulisan lebih sulit dibayangkan karena bukan berupa gambar. Baca selanjutnya

7 Comments