Profil Anggota
-
Knitting 1st Club, Yang Muda Yang Berkarya
Koordinator acara Fashion Show di Festival Rajutan Indonesia 2 adalah teman-teman Knitting 1st club. Siapakah Knitting 1st? Berikut ini profil tentang mereka. Knitting 1st Club Baca selanjutnya
-
Knitting 1st Club, Yang Muda Yang Berkarya
Tutorial
-
Membuat “Titik Aman” Pada Rajutan
Kendala yang paling sering dialami perajut (knitter, bukan crocheter) adalah adanya kesalahan ditengah jalan saat merajut. Resiko paling parahnya, terpaksa harus bongkar ulang semuanya. Saya Baca selanjutnya
-
Membuat “Titik Aman” Pada Rajutan
Pola
-
Crocheted hat for boy
Topi ini dibuat dengan cara bottom-up, bukan top down. Instruksi pembuatan: 1. Mohon sesuaikan gauge dan tensionnya ya…. 2. Buat chain 12×10. make round, knp Baca selanjutnya
-
Crocheted hat for boy
Review
-
The 10 Rules Every Woman Should Know Before Knitting for a Man
*Diambil dari buku Knits Men Want : The 10 rules Every Woman Should Know Before Knitting for a Man ~ Plus the Only 10 Patterns Baca selanjutnya
-
The 10 Rules Every Woman Should Know Before Knitting for a Man
Profil Desainer
-
(Mengenal Desainer) Doris Chan
Doris Chan adalah crochet designer yang terkenal dengan karya-karya “Exploded Lace”-nya, yang menerapkan pola-pola renda semacam doily (yang biasanya menggunakan benang tipis halus dan jarum Baca selanjutnya
-
(Mengenal Desainer) Doris Chan
Pengalaman Pembaca
-
(Percobaan) Fully knitted kerudung instan
Salah satu obsesi saya selain merajut kebaya adalah merajut kerudung (fully knitted). Akhirnya obsesi kedua (yang levelnya dibawah obsesi pertama) dikerjain juga setelah tertunda bertaun-taun. Baca selanjutnya
-
(Percobaan) Fully knitted kerudung instan
Serba-serbi
-
Para snob dunia rajutan
(Snob : One who despises people or things regarded as inferior, especially because of social or intellectual pretension: elitist.) For some strange reasons, there are Baca selanjutnya
-
Para snob dunia rajutan
Category Archives: Serba-Serbi
Para snob dunia rajutan
(Snob : One who despises people or things regarded as inferior, especially because of social or intellectual pretension: elitist.) For some strange reasons, there are snobberies in the needlework world…:D Mungkin temen-temen rajuters Indonesia ada yang terheran-heran kalau saya cerita di dunia rajutan ada yang namanya knitting snob, yarn snob dan needle snob. Apaan tuh? Di Amerika (dan tampaknya di beberapa negara Eropa juga), ada kesan kuat yang tertangkap bahwa crochet/merenda dianggap kelasnya lebih rendah daripada knitting/merajut. Alasannya apa? Saya juga bingung sebetulnya. There should be no reason. Di buku Crocheting in Plain English, Maggie Righetti menceritakan pengalamannya sendiri, ketika Baca selanjutnya
Cowok Merajut, Siapa Takut?
Sebelumnya, terimakasih kepada mas Budi Suwarna dari Kompas, yang sudah meliput komunitas merajut dan semakin memasyarakatkan wacana bahwa kegiatan merajut bukanlah monopoli kaum wanita. Stereotyping kegiatan merajut yang terjadi di masyarakat, merajut diidentikkan dengan pekerjaan wanita, lebih sempitnya lagi nenek-nenek. Pemikiran seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia, bahkan juga di negara-negara yang kebudayaan merajutnya sudah lebih mendarah daging seperti di Amerika Serikat. Padahal mereka yang merajut sebagai hobi, bukan hanya nenek-nenek. Di seluruh dunia, tua muda bahkan anak-anak, tidak hanya wanita, tetapi juga pria, banyak yang menggemari kegiatan merajut. Yang profesinya ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, eksekutif, ilmuwan, bahkan Baca selanjutnya

